Cara Setting Plugin WP-Rocket

Cara Setting Plugin WP-Rocket “Lengkap!”

Caching adalah suatu mekanisme penyimpanan data sekunder yang digunakan untuk menyimpan history dan data berupa file yang terdapat pada

Caching adalah suatu mekanisme penyimpanan data sekunder yang digunakan untuk menyimpan history dan data berupa file yang terdapat pada suatu halaman web yang pernah dikunjungi sebelumnya.

Simple-nya, dengan menggunakan cache performa website akan lebih cepat diakses karena browser akan mengambil cache yang tersimpan pada browser. Dan tidak me-load ulang data yang ada di halaman tersebut.

Mengapa Caching Mempengaruhi SEO Sebuah Website?

Karena hampir tiap mesin pencari seperti google sangat mencintai situs web yang mempunyai kecepatan lebih baik.

Lebih dari itu, website yang mempunyai loading sangat cepat tentu akan memberikan user experience yang baik bagi pengunjung blog / situs anda.

Bagi pengguna CMS WordPress, performa website dapat dioptimasi dengan bantuan plugin. Dan salah satunya adalah WP-Rocket.

Cara Setting Plugin WP-Rocket

Uang mungkin tidak dapat membeli kebahagiaan, tapi dengan sedikit uang, anda mendapatkan plugin cache yang layak dengan kinerja yang maksimal.

WP Rocket adalah Plugin cache premium yang dapat anda miliki dengan harga $ 39 untuk paket personalnya (1 Site).

Harga tersebut adalah harga yang harus dibayar untuk pembaruan, dan support mereka selama satu tahun. Sedangkan untuk tahun berikutnya sekitar $ 19,50.

Memang banyak plugin cache yang dapat diunduh secara gratis. Tapi, plugin cache tercepat dalam pengujian kami tetaplah WP-Rocket.

Selain itu, cara setting plugin wp-rocket ini terbilang mudah jika dibandingkan dengan plugin serupa lainnya.

Untuk setup dan instalasi, ikuti langkah-langkah yang disebutkan dalam panduan ini.

Hanya pastikan untuk menghapus semua plugin caching lain sebelum anda mengaktifkan WP Rocket.

Cara Setting Plugin WP-Rocket :

Proses konfigurasi lengkap hanya membutuhkan waktu sekitar 3-5 menit karena cukup centang dan save.

setelah plugin berhasil di instal dan diaktifkan, anda dapat melihat opsi baru bernama WP Rocket pada sub menu Settings di dashboard admin.

Ini adalah screenshot settingan WP-Rocket di salah satu website yang saya kelola.

Basic Options:

wp-rocket-basic-option

Sebetulnya tiap konfigurasi dari plugin ini bisa saja berbeda untuk tiap blog / website.

Baca juga:  Cara Setting Plugin Yoast SEO Premium Terbaru [2017]

Perlu Cek and Recheck setelah mengaktifkan settingan wp-rocket di Google Page Speed Insight  atau Pingdom.

Lazyload: Untuk pilihan ini, saya hanya centang pada bagian images saja. Untuk iframes & video tidak saya centang karena pada website yg sedang saya optimasi tidak menyisipkan kedua elemen tersebut.

Opsi untuk mengaktifkan images pada “Lazyload’ mungkin menjadi pilihan yang tidak disarankan jika anda menggunakan plugin slider atau sejenisnya.

File optimisations: Anda bisa centang semua pilihan untuk HTML, CSS, Google Fonts, dan JS.

Jika terjadi error seperti blank page terlalu lama sebelum halaman dimuat, anda bisa edit pengaturan ini saat anda menulis atau edit postingan.

centang bagian HTML dan CSS saja. Itu yang saya lakukan pada wordpress yang memakai plugin beaver builder.

Mobile cache: Centang  “Enable caching for mobile devices” kalau anda mau, bisa dicentang keduanya.

Feeds cache: Saya centang.

Logged in user cache: Tidak dicentang.

SSL chace: Karena website tersebut menggunakan SSL protocol atau (https://). Opsi untuk ini otomatis sudah tercentang oleh plugin.

Kalau format url website anda masih http:// opsi ini jangan dicentang.

Pada bagian Emojis tidak dicentang, dan untuk opsi Clear Cache Lifespan saya atur dengan 6 hari sekali. Ini adalah pengaturan untuk pembersihan cache terjadwal.

Setelah mengikuti langkah-langkah bagaimana cara setting plugin Wp-Rocket untuk Basic Options di atas jangan lupa klik Save untuk menyimpan pengaturan.

Advanced Options:

wp rocket advanced setting

Pada bagian dari panduan ini , saya akan menunjukkan bagaimana cara setting plugin Wp-Rocket untuk Advanced Options yang meliputi Prefetch DNS Request , File Minimifaction dan opsi lainnya seperti screenshot di atas.

Prefetch DNS Request: DNS prefetching adalah cara yang dilakukan browser untuk mengantisipasi resolusi DNS dari domain eksternal.

Hal ini akan mengurangi latensi dari beberapa file eksternal yang terdapat di situs anda.

Dalam contoh di atas saya memasukkan //fonts.googleapis.com dan //ajax.googleapis.com karena untuk font di situs tersebut saya memakai font Titilliumweb dari Google Fonts.

Masukkan nama domain tanpa protokol, atau tanpa http: (satu domain per baris). Seperti contoh pada gambar di atas.

Baca juga:  Install Wordpress di Localhost Menggunakan DekstopServer

Empty the cache of the following pages when updating a post: Ini adalah pengaturan untuk mengosongkan cache saat postingan diperbarui.

Masukkan URL lengkap dari halaman di situs anda yang akan dikosongkan cache-nya saat anda memperbarui posting. (satu url per baris).

Ketika Anda memperbarui posting, homepage, kategori dan tag terkait dengan postingan ini secara otomatis dihapus dari cache dan kemudian akan dimuat ulang  oleh bot WP rocket.

Never cache the following pages: Di sini anda dapat memasukan halaman atau postingan mana yang tidak akan di-optmasi oleh WP-Rocket.

Pilihan ini juga terdapat saat anda akan menulis atau memperbarui posting di wordpress. Pada Cache Options, yang biasanya terdapat di bilah kanan teks editor anda bisa centang Never cache this page.

Don’t cache pages that use the following cookies:

Jika anda mengunakan cookie, masukkan daftar nama-nama cookie (satu per baris).

Tapi kalau anda tidak yakin dengan pengaturan ini, lewati pengaturan ini dan biarkan kosong.

Untuk opsi selanjutnya ialah Cache pages that use the following query strings (GET parameters). Masukkan daftar query string yang dapat di-cache (satu per baris).

CSS files to exclude from minification: Masukkan URL dari file CSS yang tidak akan di cache (satu per baris).

Untuk opsi JS files to exclude from minification, anda bisa memasukkan URL dari file JS anda yang akan ditolak oleh cache  (satu per baris).

Dan untuk dua opsi terakhir saya biarkan default (kosong). Lanjutkan ke cara setting plugin Wp-Rocket di tab Database. Jangan lupa klik save untuk menyimpan perubahan.

Database:

setting-database-wp-rocket

Dengan menggunakan plugin WP-Rocket, anda tidak perlu menginstall plugin tambahan untuk mengoptimalkan database.

Di atas saya centang semua pilihan. Dan untuk Automatic cleanup, saya pilih Weekly. Ini adalah  pengaturan untuk optimasi database secara otomatis tiap satu minggu sekali.

Baca juga:  Cara Setting Plugin Yoast SEO Premium Terbaru [2017]

Preload:

pre-load-setting

WP Rocket dilengkapi dengan dua pilihan untuk mengaktifkan preload. Otomatis dan Manual.

Saya mengaktifkan keduanya. Jika anda ingin  memastikan bahwa hal ini terjadi pada waktu tertentu setiap hari, Anda dapat membuat cron job melalui control panel webhosting Anda.

Sebelum melakukan ini, Anda harus membuat file PHP dan beri nama apa pun yang Anda inginkan. contoh: wp-rocket-clean.php

Paste kode berikut di dalamnya:

<?php
require( 'wp-load.php' );
if ( function_exists( 'rocket_clean_domain' ) ) {
    rocket_clean_domain();
}

Simpan file wp-rocket-clean.php pada root instalasi WordPress anda.

 

Sitemap Preloading: ini juga saya aktifkan. WP-Rocket akan mendeteksi bila memang situs terdapat sitemap dari Yoast SEO. Untuk interval saya pilih 750ms.

Jika sitemap tidak terdeteksi masukkan secara manual URL Sitemap anda pada kolom  yang tersedia.

Untuk mengaktifkan Tab Cloudflare klik terlebih dahulu Tab CDN seperti screenshot di bawah ini:

setting-cdn-wp-rocket

 

Saya asumsikan bahwa anda sudah mendaftar dan setting CDN di Cloudflare. Untuk yang belum, silahkan daftar gratis di sana.

Cloudflare:

Cara setting plugin Wp-Rocket dengan Cloudflare

Setelah mengaktifkan Tab Cloudflare pada Tab CDN, opsi baru akan tampil.

Isi alamat email yang anda pakai untuk mendaftar di Cloudflare pada form Cloudflare Accont Email.

Selanjutnya isi API Key Cloudflare anda. Cara mengetahui API Key:

  1. Login ke ke akun Clouflare menggunakan email yang anda daftarkan
  2. Klik “My Settings”
  3. Gulir kursor ke bawah dan cari tulisan “API Key”
  4. Klik “View API Key” untuk melihat API Key anda.

Untuk Domain, isi dengan domain yang digunakan.

Klik Save untuk menyimpan setiap perubahan. Dan,

Selesai!

p.s: Cara Setting Plugin WP-Rocket ini mungkin tiap website akan berbeda, tergantung dari tema dan plugin apa yang anda instal di wordpress anda.

Semoga artikel di atas dapat membantu dan menjadi referensi untuk anda.

Jika ada pertanyaan, koreksi, atau tambahan lain tentang Cara Setting Plugin WP-Rocket. Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar anda.

 

Related Post

M Lalah Jamaluddin

Author sekaligus Founder dari IDWebSolutions. Suka Web Design dan Web Development, tapi lebih suka lagi berbagi tentang ke-dua-nya!

Satu komentar di “Cara Setting Plugin WP-Rocket “Lengkap!”

Leave a Comment